Jumat, 19 Juli 2013

BERBAHAYAKAH HIDUP ANDA

Berbahayakah kebiasaan hidup Anda?
Perlu diketahui

1. BOTOL PLASTIK
Mungkin  sebagian  dari  kita mempunyai kebiasaan memakai dan memakai ulang botol  plastik  dan  menaruhnya di mobil atau dikantor. Kebiasaan ini tidak baik,  karena  bahan  plastic  botol  (disebut juga sebagai  polyethylene terephthalate  or  PET)  yang  dipakai  di   botol2 ini,  mengandung  zat2 Karsinogen (atau DEHA). Botol ini aman untuk dipakai 1-2 kali saja,jika anda ingin memakainya lebih lama,  tidak  boleh lebih dari seminggu,  dan harus ditaruh di tempat yang jauh  dari matahari. Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat lapisan plastik rusak dan zat Karsinogen itu bisa masuk ke air yang kita minum. Lebih baik membeli  botol  air  yang  memang  untuk dipakai ber-ulang2, jangan memakai botol plastik.

2. PENGGEMAR SATE
Kalau  Anda  makan  sate, jangan lupa makan timun setelahnya. Karena ketika kita  makan  sate  sebetulnya  ikut juga karbon dari hasil pembakaran arang yang  dapat  menyebabkan  kanker.  Untuk itu kita punya obatnya yaitu timun yang  disarankan untuk dimakan setelah makan sate. Karena sate mempunyai zat Karsinogen (penyebab kanker) tetapi timun ternyata  punya  anti Karsinogen. Jadi jangan lupa makan timun setelah  makan sate.

3. UDANG DAN VITAMIN C
Jangan   makan  udang  setelah  Anda  makan  Vitamin C.  Karena  ini  akan menyebabkan  keracunan dari racun Arsenik (As) yang merupakan proses reaksi dari  Udang dan Vitamin C di dalam tubuh dan berakibat keracunan yang fatal dalam hitungan jam.

4. MIE INSTAN
Para  penggemar  Mi Instan, pastikan Anda punya selang waktu paling tidak 3 (tiga)   hari   setelah  anda   mengkonsumsi  Mi Instan,  jika  Anda  akan mengkonsumsinya  lagi.  Dari  Informasi kedokteran, ternyata tedapat lilin yang melapisi mi instan.Itu sebabnya  mengapa Mi Instan tidak  lengket satu sama   lainnya  ketika  dimasak.  Konsumsi  Mie Instan  setiap  hari  akan meningkatkan  kemungkinan  seseorang  terjangkiti kanker. Seseorang, karena begitu  sibuknya  dalam  berkarir  sehingga  tidak punya  waktu lagi untuk memasak, sehingga diputuskannya untuk mengkonsumsi  Mi Instan setiap hari. Akhirnya   dia  menderita  kanker.  Dokternya mengatakan  bahwa  hal  ini disebabkan  karena  adanya  lilin dalam Mi Instan tersebut. Dokter tersebut
mengatakan  bahwa tubuh kita memerlukan waktu lebih dari 2 (dua) hari untuk membersihkan lilin tersebut. Ada seorang pramugari SIA (Singapore Air) yang setelah  berhenti  dan  kemudian  menjadi  seorang Ibu rumah tangga, tidak memasak tetapi hamper selalu mengkonsumsi Mie  Instan
setiap kali dia makan. kemudian akhirnya menderita kanker dan meninggal karenanya.

Jika  kita perhatikan Mi China yang berwarna kuning yang biasa ditemukan di pasar,  dari hasil pengamatan, mi yang belum dimasak tersebut akan terlihat seperti  berminyak.  Lapisan  minyak  ini akan menghindari lengketnya mi tersebut  satu  dengan  lainnya.  Mi  Wonton  yang masih  mentah  biasanya ditaburkan  tepung  agar terhindar  dari lengket. Ketika tukang masak akan memasak   mi,   dia  memasaknya  pertama-tama  dalam air  panas,  kemudian dibilas/ditiriskan  dengan  air  dingin  sebelum dimasak dengan air  panas lagi.  Memasak  dan  meniriskan  dengan  cara  ini akan  dapat menghindari lengketnya  mi  tersebut  satu sama lainnya. Tukang masak memberikan minyak
dan saos pada mi tersebut agar tidak menjadi lengket ketika akan dikonsumsi secara  kering  (tanpa  kuah).  Aturan  masak dalam membuat Spaghetti (Mi Italy), akan dibutuhkan minyak dan mentega yang ditambahkan terlebih dahulu pada air rebusan Spaghetti untuk menghindari lengketnya pasta tersebut.

5. BAHAYA DI BALIK KEMASAN MAKANAN
Kemasan  makanan  merupakan  bagian  dari  makanan yang  sehari-hari  kita konsumsi.  Bagi sebagian besar orang, kemasan makanan hanya sekadar bungkus makanan  dan  cenderung  dianggap  sebagai "pelindung" makanan. Sebetulnya tidak  tepat  begitu,  tergantung  jenis  bahan
kemasan.  Sebaiknya  mulai sekarang   Anda  cermat  memilik  kemasan  makanan. Kemasan  pada  makanan mempunyai  fungsi  kesehatan, pengawetan,  kemudahan, penyeragaman, promosi dan  informasi.  Ada  begitu  banyak  bahan yang digunakan sebagai pengemas primer  pada  makanan,  yaitu  kemasan  yang bersentuhan  langsung  dengan
makanan. Tetapi tidak semua bahan ini aman bagi makanan yang dikemasnya.
Inilah ranking teratas bahan kemasan makanan yang perlu anda waspadai:

a. Kertas.
Beberapa  kertas  kemasan  dan  non-kemasan (kertas Koran dan majalah) yang sering  digunakan  untuk  membungkus  makanan, terdeteksi mengandung Timbal (Pb)  melebihi  batas yang ditentukan. Di dalam  tubuh manusia, timbal masuk melalui  saluran  pernapasan  atau pencernaan menuju sistem peredaran darah dan kemudian menyebar ke berbagai jaringan lain seperti ginjal, hati, otak, saraf dan tulang. Keracunan timbal pada orang dewasa ditandai dengan gejala 3 P, yaitu Pallor (pucat), Pain (sakit) & Paralysis (kelumpuhan). Keracunan
yang  terjadi  pun  bisa  bersifat  kronis  dan akut.

Untuk terhindar dari makanan yang terkontaminasi logam berat timbal,  memang susah-susah gampang. Banyak  makanan jajanan seperti pisang goreng, tahu goreng dan tempe goreng yang dibungkus dengan koran karena pengetahuan yang kurang dari si penjual. Padahal  bahan  yang  panas  dan  berlemak mempermudah berpindahnya timbal makanan tsb. Sebagai usaha pencegahan, taruhlah makanan jajanan tersebut di atas piring.

b. Styrofoam
Bahan  pengemas Styrofoam atau Polystyrene telah menjadi salah satu pilihan yang  paling populer dalam bisnis pangan. Tetapi, riset terkini membuktikan bahwa styrofoam diragukan keamanannya. Styrofoam yang dibuat dari Kopolimer Styren  ini  menjadi  pilihan bisnis pangan karena mampu mencegah kebocoran dan  tetap  mempertahankan  bentuknya  saat dipegang.  Selain  itu,  bahan tersebut  juga  mampu mempertahankan  panas dan dingin tetapi tetap nyaman dipegang,   mempertahankan  kesegaran dan keutuhan bahan yang dikemas, biaya murah,  lebih  aman,  serta  ringan. Pada Juli 2001, Divisi Keamanan Pangan Pemerintah Jepang mengungkapkan bahwa residu  styrofoam dalam makanan sangat berbahaya.  Residu  itu  dapat menyebabkan Endocrine
Disrupter (EDC), yaitu suatu   penyakit   yang   terjadi   akibat   adanya gangguan pada  sistem Endokrinologi  dan  reproduksi  manusia akibat bahan kimia Karsinogen dalam makanan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar